Indahnya Pesona Merbabu dan Gemerlap Malam Kota Yogyakarta

Indahnya Pesona Merbabu dan Gemerlap Malam Kota Yogyakarta

            Sudah hampir 2 tahun kisah perjalanan saya digunung yang identik dengan pesona sabananya yang indah dan perjalanan saya di kota eksotis yogyakarta, tapi cerita kisah perjalanan ini baru saya tulis, jadi kemaren saya disibukan untuk mencari-cari lagi data-data perjalanan dan mengingatnya kembali. Karena maklumlah lagi seneng-senengnya nulis diblog yang aku buat baru-baru ini hehehe. Bagi yang sudah pernah ke marbabu gimana nih setelah melihat pesona sabana dan taman edelweisnya  yang dimiliki gunung Merbabu indah bukan? Dan bagi yang belum, selamat penasaran. Gunung Merbabu salah satu gunung favorit yang ada dipulau jawa, Secara administratif keberadaann Gunung Merbabu membantang mulai dari salah satu wilayah di jawa tengah yaitu Boyolali, Magelang, hingga Semarang. gunung tersebut mempunyai ketinggian 3.145mdpl. Gunung yang bersanding gagah dengan Gunung Merapi, keberadaan 2 gunung ini bersanding gagah berdekatan, sama percis dengan sebuah karya tekenal ialah  gambar 2 gunung pemandangan yang legendaris. Pamornya yang begitu melekat pada anak-anak SD termasuk temen-temen disini juga saya jamin pasti pernah menggambar pemandangan 2 gunung tersebut sebagai tugas menggambar saat masih dibangku SD dulu hmm. Jawa tengah memang mempunyai pesona alam yang luar biasa, tidak hanya Merbabu-Merapi Jawa Tengah masih memiliki 2 gunung yang besanding gagah berdampingan ialah Sumbing-Sindoro.
            Dari beberapa bulan sebelumnya kami telah merencanakan pendakian pertama diluar Jawa Barat yang menjadi pilihan untuk kami adalah Merbabu-Merapi atau banyak para pendaki menyebutnya double M. Rombongan kami akan berangkat sebanyak 7 orang, Goni, Ega, Senja, Icha, Isal, dan termasuk saya sendiri. Kami memiliki jatah mendaki double M selama 4 hari ditambah 2 hari perjalanan pergi dan pulang. Kami rencanakan pada waktu itu naik via jalur wekas-selo (lintas jalur) lalu diteruskan ke new selo untuk kembali meneruskan perjalanan pendakian ke Gunung Merapi.
          Persiapan fisik mental, kami siapkan secara sungguh karena pendakian yang kami rencanakan memang tidak main-main lho Double M. Singkat cerita kami kehabisan tiket kerata api  menuju St. Lempuyangan, beberapa stasiun alternatif pun sama halnya tiket ludes tak selembar pun tersisa. Dengar kabar begitu kami sedih bangetlah pokoknya mah kaya nunggu kabar yang hampa dari dia hmm. Karena memang  tanggal keberangkatan kami adalah tanggal merah yang lumayan panjang. Saat itu yang tersedia adalah tiket dari St. Kutoarjo-Kiaracondong itupun merupakan tiket untuk pulang saja dan kami pesan tiket kereta api hanya pada saat pulang ke Bandung. Bingung banget situasinya saat itu, tidak ada pilihan lain selain pake bis walaupun ada salah satu kawan kami Si Goni yang terlalu takut kalo dia naik bis dasar alasannya sih takut kalo naik bis tingkat kecelakaannya gede katanya beda sama kereta api, dipikir-pikir ada benernya juga sih dan dia sering mabuk perjalanan. Tapi ini pilihan paling final karna tidak ada pilihan lain kalo masih tetap takut ya resikonya dia ditinggal dan hanya bisa meratapi bayangan puncak 2M didalam kepalanya saja ingat hanya khayalan!. Namun akhirnya diapun ikut, tekad kuat menyongsong 2 puncak gunung dengan menebar segala pesona alamnya pun mengalahkan ketakutan pada dirinya. Sebelum hari H keberanggkatan, kawan kami Ega memberikan informasi jika kawannya juga akan mendaki gunung Merbabu tapi tidak dengan Merapi, waktu dan estimasi perjalanan di Gunung sarua pisan euy (sama banget) Ega nyaranin opsi pergi bersama dengan kawan rombongannya, kebetulan mereka mempunyai langganan travel dan kami sepakat untuk pergi bersama. Mereka adalah rombongan Pepetex salah satu komunitas pecinta alam yang mempunyai orang-orang yang humoris.
            Selang bebrapa hari jelang keberangkatan tepatnya –1H kabar buruk buat kami, kabar dari pihak travel memberikan kabar bahwa kendaraan yang akan kita gunakan kabarnya mengalami kecelakaan kemarin malam. Sumpah ini kabar mengejutkan lebih mengejutkan dari kabar mantan putus sama pacar barunya hmm. Tetapi pihak travel tetap bertanggung jawab dengan menyediakan kapasitas yang lebih kecil yang imbasnya rombongan kami tidak kebagian 1 sheet pun tempat duduk. Terpaksa kami cari solusi lain mencari bis atau travel yang bisa berangkat. Sudah mencari bis seharian tiket sudah terjual habis, lalu kami menemukan travel yang menawarkan mobil avanza untuk kapasitas 6 orang, sedangkan rombangan berjumlah 7 orang belum lagi keril. Tidak ada pilihan lain kami ambil tawaran itu. Dan saya pikir “dengan mobil yang kecil tidak sesuai kapasitas, oke ini akan menyiksa selama perjalanan”.


6-9 Mei 2016 Perjalanan menuju Bascamp dan Pendakian

            Hari Rabu 6, Mei jam 7 malam kami memulai perjalanan dari kopo bersama rombongan Pepetex. Dan sial kami kembali dilanda masalah lagi, travel yang dijanjikan datang pukul 19:00 ternyata tidak bisa datang ontime karena dengan alasan jalanan Bandung Macet. Untungnya anak-anak pepetex menawarkan tumpangan sementara walaupun itu berhimpitan Akhirnya kami ikut sementara bersama rombongan Pepetex, lalu kami menunggu travel itu dipom bensin daerah rancaekek sekitar jam 9 malam setelah itu kami  melanjutkan perjalanan menuju Magelang.
            Hari Kamis, 7 Mei sekitar jam 11 siang kami pun dan rombongan pepetex sampai dibascamp wekas, lalu kami beristirahat disalah satu warung dekat bascamp. Mengisi perut yang sempat tidak terisi karena dalam perjalanan. kami persiapkan alat-alat tempur, perbekelan, dan packing ulang. saya dengar rombongan pepetex memulai perjalan lebih awal dari rombongan kami. Saya dan kawan-kawan masih mempersiapkan segala sesuatunya, selesai semua makan dan segala sesuatu kami persiapkan setelah Ashar sekitar jam 3 lebih saya dan kawan-kawan melakukan awal kegiatan pendakian. Oh iya sempat lupa beberapa kejadian saat diperjalanan menuju bascamp wekas kawan kami Isal merasakan sesuatu didalam tubuhnya yang ternyata dia mempunyai penyakit kambuhan yaitu bronkhitis. Sontak kami mengkhawatirkan keadaan yang dialaminya. Tetapi dia pun memastikan bawa dia merasa masih mampu untuk melakukan pendakian. Ini berarti kami akan terus memantau keadaan Isal selama pendakian. Selama kejadian yang dialami kawan kami isal meranga-ranga kesakitan efeknya adalah menjadi lama dalam pendakian tetapi apapun yang telah direncanakan dalam hal manajemen perjalanan walaupun akhirnya tidak sesuai dan menjadi lambat kami tidak mempermasalahkannya. Yang kami takutkan adalah ketika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada kondisi salah satu kawan kami ini. Walaupun harus kembali ke bascamp dan tidak jadi muncak kami akan lakukan itu demi keselamatan isal karena gunung tidak akan kemana-mana kalaupun kami gagal mendaki Gunung Merbabu dan Merapi karena kondisi kawan kami toh masih ada hari selanjutnya untuk kembali kita datangi. Alhamdulillahnya Si Isal ini dapat terus melakukan pendakian dan mampu lanjut terus. Hari mulai petang kami masih melakukan pendakian dengan kondisi jalur yang lumayan terjal dan vegetasi yang dipenuhi pohon-pohon pinus kami masih menuju Pos 2 yang merupakan tempat camp sebelum puncak. Jam 7 malam akhirnya kami sampai dipos 2. Kami semua membantingkan keril dan langsung memasang tenda lalu memasak. Dipos 2 ini terdapat sumber air jadi temen-temen semua yang sedang mencari informasi pendakian Mebabu pos 2 adalah rekomendasi untuk bermalam.
            Hari Jumat, 8 Mei 2016 sekitar jam 12.00 siang kami melanjutkan kembali perjalanan dari pos 2 menuju Pos Watu Kumpul dengan sepanjang jalur trek adalah bebatuan bercampur tanah. Dari tempat ini pemandangan disekitar merbabu mulai keliatan memancarkan keindahan alamnnya dengan kondisi vegetasi terbuka, itu membuat saya kembali seperti mendapatkan asupan energi kembali semua lelah terobati oleh pesona-pesona alam disekitar. Hingga sampai di Watu Kumpul kami melanjutkan perjalanan kembali menuju pertemuan persimpangan jalur antara wekas dan cuntel thekelan. Disanalah kami bertemu kembali dengan rombongan pepetex lalu kami semua beristirahat disana saya masih ingat sekali ketika itu sambil menyeduh kopi hitam dan menyalakan rokok sampoerna kretek. Kami cukup lama berbincang dan beristirahat disana sehingga waktu tidak terasa sudh menunjukan jarumnya pada Pukul 5 sore dan kami segera bergegas memulai kembali perjalanan. Dan saya lihat kondisi Isal masih tidak menunjukan kondisi yang baik tetap seperti itu. Hari mulai senja kondisi vegetasi semakin terbuka hamparan luas pegunungan saya melihat ke arah kanan tepatnya arah selatan dan barat terlihat awan yang semakin membentuk menumpuk seperti kapas putih tercampur oleh senja yang berwarna jingga. Hari semakin mulai gelap kami pun menghadapi jalur yang memang terekstrim sepanjang jalur wekas dan itu adalah jembatan setan saya rekomendasikan temen-temen membawa tali atau webing untuk meminimalisir resiko jatuh tidak begitu dalam memang jurangnya hanya sekitar beberapa meter, mungkin sekitar 3 meter  tetapi jalur setapaknya tidak begitu lebar hanya pas dengan ukuran sepatu sebelah kanan adalah dinding tebing sehingga membuat kami memeluk tebing sambil berjalan. Sekitar jam 7  kami akhirnya sampai dipuncak kenteng songo. Karena dengan kondisinya sudah gelap belum lagi kondisi kawan kami Isal, akhirnya kami memutuskan untuk bermalam dipuncak. Tenda kami berpapasan langsung kearah gunung merapi dan gemerlap kelap-kelip cahaya kota melengkapi suasana keindahan yang dirasakan saya kala itu.


9-11 Mei 2016 Menuju Bascamp Selo, Menikmati Kota Yogjakarta dan Kembali Pulang Ke Bandung

            Semua lelah kami curahkan pada suasana puncak setelah kami terlelap diketinggian 3.142Mdpl hingga menjemput sang fajar. Dari waktu ke waktu kami nikmati pesona alamnya. Pada Sabtu, 9 Mei sekitar pukul 11.00 kami kembali turun lewat jalur selo. Di jalur selo ini tidak terdapat sumber air namun keindahan sabana dan edelweisnya memanjakan mata sepanjang perjalanan dan kamipun akhirnya sampai dibascamp selo sekitar jam 2. Setelah semua kawan-kawan berkumpul kami pun mempertanyakan rencana mendaki gunung merapi, karena kami mengkhawatirkan kondisi Isal apabila mendaki gunung kembali. Lalu akhirnya kami sepakat dengan sisa waktu disini kami habiskan menuju Kota Yogyakarta. Dan kawan kami Senja ternyata tidak bisa berlama-lama karena waktu itu dia mendapat kabar dari perusahaannya bekerja tentang pekerjaan yang harus diselesaikan. Akhirnya dia berpamitan kepada kami untuk pulang duluan. Senja ikut pulang bersama rombongan pepetex yang kebeneran mereka akan pulang hari itu juga.
            Tidak terasa hari mulai gelap kami pun bergegas menuju terminal boyolali dengan menggunakan mobil bak terbuka setelah di terminal boyolali ternyata tidak ada bis jurusan Yogja ketika malam alternative lainnya kita harus ke solo dulu  lalu naik bis menuju Yogja sekitar jam 11 malam akhirnya kita sampai yogja entah itu daerah mana saya lupa. Lalu kawan kami Icha menghubungi Mas Heru, yang sudi menampung kami katanya kami harus ke Statiun Lempuyangan sebagai patokan karena kosan Mas Heru ini dekat di Stasiun tersebut. Dan kagetnya ternyata tempat kami turun dari bis ke lempuyangan lumayan jauh hingga sekitar jam 2 kamipun belum sampai tujuan yang akhirnya kami terdampar disalah satu toko saya masih ingat toko itu adalah toko Rei salah satu produk perlatan outdoor, tak lama kawan kami Icha menghubungi temannya di yogya kalau tidak salah temennya itu sedang kuliah di yogja. Lalu akhirnya pun kami dijemput oleh temen Si Icha menuju Lempuyangan sekitar jam 3 dinihari kami beristirahat disalah satu warung yang berada dekat di stasiun. Dan kami mendapat kabar dari Icha bahwa Mas Heru tidak juga mengangkat telponnya mungkin memang sudah tertidur dan terpaksa kamipun tidur di kios Si Mbah. Jujur ini adalah pertama kali saya tidur dijalanan ini sebuah pengalaman yang tak terlupakan bagi saya. Sekitar jam 6 pagi akhirnya pun kami dapat kabar dari Mas Heru dia semalam tertidur dan mengirimi alamat lokasi kosannya dan kami tak lama dari itu langsung bergegas menuju tempat kosan Mas Heru.
          Masih tersisa 1 hari untuk menghabiskan waktu libur kamipun memutuskan untuk menikmati keindahan kota yogja dan pada hari minggu pagi kamipun akhirnya pulang dengan kereta ekonomi. Sebuah pengalaman setelah saya bertualang di Merbabu dan Yogjakarta tidah semua liburan melulu tentang menikmati suasananya namun kebersamaan saling peduli satu sama lain, kesederhanaan dalam fasilitas berlibur, candaan candaan yang dilakukan kawan-kawan membuat suatu perjalanan ini mengandung lebih banyak arti sulit dilupakan, terkadang setelah saya menjalani rutinitas monoton yang saya jalani ketika sedang rindu melakukan perjalanan momen itu sering muncul dikala kejadian-kejadian yang pernah saya alami ketika menempuh perjalanan bersama mereka.

bascamp Wekas


Persiapan Pendakian bascamp wekas

Pos 2

Pos 2

Puncak Kenteng Songo
puncak kenteng songo


saya dan merapi

puncak kenteng songo
dari kiri : saya,senja,goni,isal,ega,icha

Bascamp selo

Malioboro

St.lempuyangan

St.lempuyangan



Estimasi rekap biaya perjalanan :
1.     Bandung – Magelang Bascamp Wekas via travel Rp. 270.000 (tidak direkomendasikan)
2.     Registrasi simaksi bascamp wekas Rp.10.000/orang
3.     Bascamp – Stasiun Boyolali Via Mobil bak terbuka Rp.30.000/orang
4.     St. Boyolali – St Solo via Bus Rp 10.000/orang
5.     St. Solo – Yogjakarta Rp 12.000/orang
6.     St. Lempuyangan – St. Kutoarja via kereta parmex Rp 7.000/orang
7.     St.Kutoarjo – St Kiaracondong bdg via kereta ekonomi kutojaya Rp. 67.000/orang



INFORMASI GUNUNG MERBABU
Nama: Gunung Merbabu
Ketinggian: 3.142 m (10.630 kaki)
Lokasi: Magelang (barat), Semarang (utara), Boyolali (timur) , Salatiga (Selatan), Jawa Tengah
Letusan terakhir: 1560 dan 1797
Pengelola: Taman Nasional Gunung Merbabu
Alamat: Jl. Merbabu no.136 Boyolali, Jawa Tengah – Indonesia
Phone : +62 276 3293341
Website: http://merbabunationalpark.org
email : info[at]merbabunationalpark.org
Spot alam: Hutan, Sabana, Bukit,
Sumber air: Ada di jalur Wekas (Pos 2)
Flora: Pinus merkusii, Puspa, Akasia, Soro, Cemara gunung, Edelweis jawa
Fauna: elang jawa, elang hitam, alap-alap sapi, elang-ular bido, ayam hutan, tekukur, gelatik batu, kijang, landak, musang luwak, monyet ekor-panjang, dan lain-lain.
Hutan: Hutan Dipterokarp Bukit, Hutan Dipterokarp Atas, Hutan Montane, dan hutan Ericaceous atau hutan gunung
Jalur pendakian:
Puncak: puncak Syarif 3.119 mdpl, Puncak Kenteng Songo/Tianggulasi 3.142 mdpl
Puncak lain: Watugubuk, Watutulis, Gegersapi, Ondorante
Kawah: Candradimuko, kombang, rebab, Kendang, Sambernyowo
View gunung lain dari puncak: Gn. Merapi, Sumbing, Sindoro, Telomoyo, Ungaran, Lawu
Tarif daki: Rp 10.000/orang/hari (Jan 2015)
Mitos: Kerajan Jawa sangat besar terkubur di dalam Gunung Merapi dan gunung Merbabu yang berkaitan dengan kerajaan Mataram Kuno
Kismis (kisah misteri): Di gunung Merbabu ada yang namanya Pasar Setan konon adalah tempat jual-beli-nya makhluk halus


TRANSPORTASI
Wekas dari Solo-Semarang
1. Bus Jur. Solo – Semarang, turun di Pasar Sapi (Salatiga)
2. Bus Kecil Jurusan Salatiga -Magelang turun di Pasar Kaponan
3. Carter mobil bak sayuran ke desa Wekas
Wekas Semarang-Yogya
1. Bus Jur. Yogya-Semarang turun di Magelang.
2. Bus Kecil Jurusan Magelang – Salatiga turun di Pasar Kaponan
3. Carter mobil bak sayuran ke desa Wekas


REFERENSI
http://infopendaki.com
http://argopura.blogspot.com
http://electricisart.blogspot.com
http://kedaikopibackpacker.blogspot.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Benderaku yang tidak Berkibar Gagah

Tips Mendaki Gunung untuk Pemula